Sabtu, 24 Januari 2009

Waktu untuk Bahagia ... :D

Kapan kita ingin bahagia? Barangkali pertanyaan ini aneh namun terdengar logis di telinga. Tanpa kita sadari, kita seringkali menangguhkan waktu untuk berbahagia. Kita seringkali mendengar orang yang mengatakan, "Saya baru akan merasa bahagia kalau telah memiliki seorang pendamping hidup." Atau, "Mungkin saya akan bahagia kalau penghasilan saya bisa lebih besar dari saat ini." Yang lain mengatakan, "Kebahagiaan saya akan terwujud kalau saya telah memiliki rumah dan mobil pribadi."
Mengapa harus menunggu waktu atau menantikan sesuatu hanya untuk merasa bahagia, padahal kita bisa berbahagia setiap waktu, dan setiap saat?
Barangkali akan terdengar lebih logis ketika seseorang mengatakan, "Bagaimana mungkin saya bisa bahagia kalau saat ini saya tengah dililit hutang? Kalau hutang saya telah lunas, barulah saya bisa merasa bahagia." Dan ketika hutang telah lunas, anak sakit keras dan dirawat di rumah sakit. Kita pun menangguhkan lagi waktu untuk berbahagia. Ketika anak sembuh, barang-barang berharga hilang dicuri orang, dan rasanya sangat tak masuk akal kalau sampai bisa merasa bahagia. Ketika barang yang hilang berhasil ditemukan atau kita bisa membeli yang lebih bagus., televisi rusak dan perlu direparasi. Dan kita pun berpikir, bagaimana bisa bahagia kalau tak bisa menonton acara favorit di televisi?
Kalau kita mendasarkan kebahagiaan pada sesuatu atau pada suatu waktu tertentu, maka kebahagiaan akan seperti bayang-bayang. Kita melihatnya dengan jelas ada di depan mata, tapi ketika kita mencoba meraihnya, ia pun beranjak semakin jauh dan kita terus mencoba untk meraihnya.

Kebahagiaan ada di setiap hari, yang diperlukan hanyalah pikiran yang terbuka untuk bisa memahaminya. Kebahagiaan ada di setiap hati, dan yang perlu kita lakukan hanyalh menemukan serta mensyukurinya…

sinopsis novel twilight

Tentang tiga hal aku benar-benar yakin:
Pertama, Edward seorang vampir.
Kedua, ada sebagian dirinya---dan aku tak tahu seberapa dominan bagian itu---yang haus akan darahku.
Dan ketiga, aku mencintainya. Dan cintaku padanya teramat dalam dan tanpa syarat.

"Ketika Isabella Swan pindah ke Forks yang muram, ia bertemu Edward Cullen, cowok misterius sangat memesona yang membuat perasaannya jungkir-balik. Dengan kulit porselen, sepasang mata keeemasan, dan suara merdu memikat, Edward sungguh sosok teramat menarik yang membuat Isabella terpikat. Selama ini Edward telah berhasil menyembunyikan identitasnya yang sesungguhnya, tapi Bella bertekad untuk menyingkapkan rahasia paling kelamnya. Hanya saja Bella sama sekali tidak menyadari bahaya yang menantinya, ketika hubungannya dengan Edward semakin akrab. Dan sanggupkah Bella berpaling dan meninggalkan Edward sebelum segalanya terlambat dan tak ada jalan kembali baginya? Ini adalah kisah cinta terlarang. Dan seperti cinta terlarang lainnya, cinta ini tak mengenal jalan kembali, selain menjadi hidup dan sekaligus mati pada saat yang sama.

kata tmen w cie novel nie bgus bgd ...malah karena bgusnya novel nie udh djadiin film loch ...
tpi,,w sdih cuz w blum prnh baca novel nie..mlah lbh parahnya lgi w gg smpet nnton film'a di bioskop ..uh,,ksel bgd dech rasanya hati nie ...

hm,, w tau twilight cie dari tmen" w ktanya novel ma filmnya bgus bgd ...
yagh,,semoga ajjtmen w mo pnjemin novel ke w ...hehehe

novel laskar pelangi

Begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi dalam masa kecil para anggota Laskar Pelangi. Sebelas orang anak Melayu Belitong yang luar biasa ini tak menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka. Tengoklah Lintang, seorang kuli kopra cilik yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80 kilometer pulang pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmu—bahkan terkadang hanya untuk menyanyikan Padamu Negeri di akhir jam sekolah. Atau Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif, dan sering diremehkan sahabat-sahabatnya, namun berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus. Dan juga sembilan orang Laskar Pelangi lain yang begitu bersemangat dalam menjalani hidup dan berjuang meraih cita-cita. Selami ironisnya kehidupan mereka, kejujuran pemikiran mereka, indahnya petualangan mereka, dan temukan diri Anda tertawa, menangis, dan tersentuh saat membaca setiap lembarnya. Buku ini dipersembahkan buat mereka yang meyakini the magic of childhood memories, dan khususnya juga buat siapa saja yang masih meyakini adanya pintu keajaiban lain untuk mengubah dunia: pendidikan.

bentar gy libur kuliah ...

duch chenang'a ati nie bntr gy lbur klu 3 mnggu ...tpi w msih da ujian 1 minggu gy tpi w tetep hrus smngat ...cayo ..hehehe

hm,, kira" lburan nie w kmna yagh ,, duch blum da rncana nie ... pngen mdik tpi gg d iznin ma ortu ..

hm,, pling w hangout breng tmen ajj kli yagh ... oh yagh w udh lma bgd nie gg ktemu ma shbt w mngkin pas lburan w ktmpat krja dya ajj kli yagh ,, bkin suprais bwat dya biar dya kget ..

uh,, w bner" kngen bgd sma tmen w yag stu ntu ...